6 Fakta Tentang Speaker dan Amplifier yang Jarang Diketahui

6 Fakta Tentang Speaker dan Amplifier yang Jarang Diketahui – Speaker adalah benda yang sangat penting jika Anda adalah penyuka musik. Jika Anda memilih untuk mendengarkan musik di sela-sela waktu luang maupun disaat bekerja dan tidak menyukai keheningan.

Berikut adalah fakta-fakta mengenai speaker dan apa yang membuat suaranya begitu bertenaga dan enak didengar.

1. Speaker
Speaker atau loudspeaker adalah transduser energi yang mengubah sinyal audio (energi listrik) menjadi gelombang suara (energi gelombang mekanik). Elemen transduser dari speaker ini biasa dikenal sebagai driver.

Speaker dapat diproduksi hanya dengan satu driver saja atau dengan beberapa driver. Setiap driver memiliki respons frekuensi, impedansi dan karakteristiknya masing-masing.

Contohnya speaker full-range yang mampu menghasilkan seluruh rentang frekuensi yang dapat didengar (20 Hz – 20.000 Hz), umumnya memerlukan beberapa driver untuk berbagai pita frekuensi dari seluruh rentang.

Hampir semua driver speaker memiliki desain elektrodinamik (koil bergerak) yang mencakup koil suara konduktif yang dipasang pada magnet permanen dan diafragma yang dapat digerakkan.

Saat sinyal audio yang kuat melewati elemen driver speaker, ia akan bereaksi dan menggerakkan diafragma sesuai dengan bentuk gelombang audio. Gerakan ini menghasilkan produksi gelombang suara yang meniru sinyal audio.

2. Amplifier
Amplifier audio adalah perangkat listrik yang dapat memperkuat sinyal input untuk mengeluarkan versi yang lebih kuat dari sinyal yang sama.

Ada banyak jenis amplifier audio, diantaranya, Power Amplifiers, Preamplifiers, Integrated Amplifiers, Receivers, Car Amplifiers, Instrument (Guitar, Bass, Etc.) Amplifiers, Headphone Amplifiers, Microphone Preamplifiers, Impedance Converter Amplifiers dan Distribution Amplifiers.

Dari banyaknya amplifier yang tercantum di atas, power amplifier-lah yang secara efektif akan mengeluarkan sinyal yang mampu menggerakkan pengeras suara dengan benar. Gain adalah rasio level sinyal output yang masuk ke level sinyal input (meskipun biasanya diukur dengan desibel).

Lebih banyak gain berarti sinyal output lebih kuat relatif terhadap sinyal input dan ini adalah tugas amplifier untuk memperbanyak gain dan memperkuat sinyal input. Power amplifier juga bertugas untuk memperkuat arus sinyal audio untuk menggerakkan speaker yang terhubung dengan benar.

3. Hal yang perlu diperhatikan saat memilih amplifier
* Impedansi
Impedansi diukur dalam ohm dan mengacu pada arus listrik. Sebuah speaker akan “menghalangi” aliran listrik yang diciptakan oleh amplifier. Langkah pertama adalah menentukan impedansi nominal speaker.
Impedansi nominal speaker dapat ditemukan di dalam spesifikasi teknis seperti di situs web. Seringkali impedansi nominal speaker akan ditulis pada label speaker itu sendiri. Impedansi nominal kebanyakan speaker adalah sebesar 4, 8, atau 16 ohm.

* Daya
Daya diukur dalam watt dan mengacu pada tingkat energi yang ditransfer. Peringkat daya speaker juga dapat ditemukan dalam spesifikasi teknis maupun pada label yang terdapat di speaker.

Peak power mengacu pada daya jangka pendek maksimum yang dapat ditangani oleh speaker tanpa mengalami kerusakan. Namun seberapa banyak daya yang dapat ditangani oleh speaker dalam jangka waktu yang lama harus lebih diperhatikan.

Lebih banyak daya tidak selalu berarti lebih keras. Keras tidaknya speaker pada akhirnya ditentukan oleh sensitivitas speaker itu sendiri, yang mana dapat bervariasi. Beberapa speaker akan memberikan lebih keras suara daripada yang lain bila dipasok dengan tingkat daya yang sama dari amplifier.

amplifier

4. Mencocokkan speaker dan amplifier
* Step 1: melihat spesifikasi speaker
Periksa spesifikasi speaker terlebih dahulu di lembar data untuk speaker. Spesifikasi ini juga dapat ditemukan di halaman produk di situs web resmi produsen.

* Step 2: menentukan banyaknya saluran
Untuk sistem speaker stereo, diperlukan dua saluran amplifier. Untuk sistem 5.1, diperlukan 6 saluran amplifier: 5 speaker dan 1 subwoofer (kecuali jika menggunakan subwoofer bertenaga).

Saluran amplifier terpisah tidak diperlukan untuk setiap speaker, terutama jika menggunakan sistem suara 70V/100V. Saluran amplifier terpisah hanya digunakan untuk setiap speaker yang menerima sinyal berbeda.

* Step 3: menentukan daya dan impedansi
Amplifier yang digunakan harus dapat memasok daya yang memadai ke speaker pada nilai impedansi nominal speaker. Impedansi dan daya saling terkait, pada 4 ohm impedansi mampu memasok 600 watt daya terus menerus. Sedangkan pada 8 ohm, hanya mampu memasok sebesar 400 watt.

5. Menggunakan amplifier yang overpowered atau underpowered
Memilih amplifier yang dapat memasok terlalu banyak daya memungkinkan untuk melampaui batasan kekuatan speaker. Saat speaker mulai terdistorsi, lebih baik segera mengecilkan amplifiernya agar peralatan tetap aman.

Selama amplifier yang digunakan tidak terlalu panas untuk memberikan banyak daya ke speaker, maka akan mampu memberikan daya yang memadai ke speaker.
Di sisi lain, jika memilih amplifier yang kurang bertenaga untuk memasok daya yang cukup ke speaker lebih cenderung akan menyebabkan kerusakan. Dengan amplifier yang kurang bertenaga, tidak ada cukup daya untuk mengoperasikan speaker pada tingkat optimalnya.

Akan terdapat kecenderungan untuk terus menaikkan sinyal lagi dan lagi, tetapi pada titik tertentu hal tersebut hanya akan menyebabkan sistem terputus. Speaker tidak akan menjadi lebih keras, tetapi bentuk gelombangnya akan terdistorsi yang dapat menyebabkan speaker menjadi terlalu panas.

6. Aturan memilih amplifier untuk speaker
Sebenarnya tidak ada aturan untuk mencocokkan amplifier dengan speaker. Kombinasi peralatan apapun dapat menyebabkan kerusakan jika struktur gain yang digunakan tidak tepat.

Cara terbaik untuk mencegah kerusakan dan mendapatkan kualitas suara terbaik adalah dengan memilih speaker yang dirancang untuk memberikan tingkat tekanan suara tertentu dengan aplikasi yang sudah ada. Dengan begitu, tidak perlu lagi menaikkan speaker di luar batasannya.

Meningkatkan kualitas suara speaker memang hal yang menantang, tetapi juga memerlukan pengetahuan dan tidak boleh dilakukan dengan asal karena hanya akan merusak perangkat itu sendiri.

Author: magqew